Thursday, November 10, 2011

Taukah Kamu Vespa menjadi Kendaraan Operasional Sea Games 2011

 

Jakarta, 3 November 2011 kemarin secara resmi Vespa dan Piaggio didaulat resmi sebagai kendaraan seagames ke 26 – Dalam mendukung pesta Olah Raga Se-Asia Tenggara ke-26 (SEA Games 2011) yang diadakan pada tanggal 11 – 22 November 2011 mendatang di Palembang dan Jakarta, PT. Piaggio Indonesia selaku ATPM resmi Piaggio dan Vespa melalui PT Skuterindo Mandiri Lestari, selaku regional distributor Piaggio dan Vespa untuk wilayah Sumatera dan Jawa Tengah menyediakan 25 unit Vespa LX yang akan digunakan oleh panitia SEA Games Ke-26 sebagai kendaraan operasional.

Vespa LX yang akan digunakan oleh panitia mengusung teknologi Euro 3 yang ramah lingkungan sementara alat transportasi lain yang dipergunakan selama ajang berlangsung antara lain sepeda, mobil listrik dan mobil BBG.

Euro 3 adalah standar emisi kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Uni Eropa pada tahun 2000 (tahun 2002 untuk motor) bagi semua kendaraan yang dijual di Eropa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kadar pencemaran yang disebabkan oleh emisi kendaran.

Vespa telah memenuhi standar emisi Euro 3, sehingga pada acara SEA Games 2011 di Palembang kali ini, Vespa adalah salah satu kendaraan bermotor yang terpilih menjadi kendaraan operasional panitia SEA Games.

“Kami sangat bangga dapat ikut mendukung pesta olah raga terbesar di Asia Tenggara kali ini. Dengan terpilihnya Vespa sebagai salah satu kendaraan operasional panitia, menandakan kepercayaan masyarakat akan keunggulan dari Vespa dan teknologi Piaggio yang ramah lingkungan,” ucap Sergio Mosca, Managing Director PT. Piaggio Indonesia.

Ke-25 Vespa tersebut telah diserah-terimakan kepada panitia SEA Games pada tanggal 2 November 2011 dalam acara Konferensi Pers yang dihadiri oleh Ketua KONI/INASOC Provinsi Sumatera Selatan, Muddai Madang, Managing Director PT Piaggio Indonesia, Sergio Mosca dan Direktur PT Skuterindo Mandiri Lestari selaku regional distributor wilayah Sumatera dan Jawa Tengah, Aditya Syahrizal.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran pelaksanaan SEA Games ke-26 ini” tambah Sergio. PT Piaggio Indonesia, sejak resmi masuk ke Indonesia pada Juni 2011, hadir dengan skuter handal dan stylish yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin tampi beda. PT Piaggio Indonesia fokus memperluas jaringan dealer di seluruh Indonesia.

“Kami sangat senang dapat memperkenalkan Vespa kepada masyarakat di Sumatera melalui ajang Sea Games 2011 ini. Saya harap masyarakat di Sumatera, khususnya Palembang dapat menerima kehadiran Vespa, ikon yang telah dikenal masyarakat luas serta menjadi bagian dari gaya hidup”, ujar Aditya Syahrizal, Direktur PT Skuterindo Mandiri Lestari, regional distributor untuk wilayah Sumatera dan Jawa Tengah.

Vespa dan Piaggio baru-baru ini juga memperkenalkan pilihan warna atraktif baru bagi jajaran koleksi skuternya. Vespa hadir dengan tiga warna baru yaitu Liquid Grey, Midnight Blue dan Tuscany Brown, sedangkan Piaggio Liberty memperkenalkan dua warna baru yaitu Liquid Grey dan Bronzo Perseo. Semua koleksi warna baru ini sudah bisa dipesan di dealer Piaggio di seluruh Indonesia.

Sumber : http://proud2ride.wordpress.com/2011/11/04/vespa-terpilih-menjadi-kendaraan-operasional-panitia-sea-games-ke-26-di-palembang-press-release/

Intip Merchandise SEA Games ke- 26

sea-games
Saya selaku warga negara Indonesia pastinya mendukung dan terus mensuport atlet Indonesia untuk berlaga di SEA Games  ke 26 ini yang akan diselenggarakan Jakarta-Palembang pada tanggal 11 November mendatang hingga 22 November 2011. kemeriahannnya tersebut bisa kita lihat dari merchandise cantik  untuk SEA Games. Apa saja sih yang menjadi salah satu atribut atau merchandise SEA Games-26 ini. Di sini saya akan mengajak anda untuk melihat merchandise SEA Games-26.

Maskot Modo dan Midi 
maskot-modo-dan-midi2
INASOC akhirnya mengeluarkan Boneka Modo dan Midi ini sebagai Maskot SEA Games -26. Boneka ini juga bisa kita beli di berbagai toko souvenir untuk memeriahkan SEA Games. Kita bisa membelinya dengan harga kisaran Rp. 35.000,- sampai Jutaaan  Rupiah.
Kaos SEA Games
baju-sea-games2
Kaos cantik untuk mendukung indonesia juga kerap menjadi icaran para suporter Indonesia. Kaos SEA Games ini bertuliskan “ I love Indonesia”. Dengan tiga paduan warna yang sesuai, yakni, merah, putih dan hitam.
Tas SEA Games-26
tas-sea-games
Selain ada baju, kita juga bisa lihat berbagai macam pernak-pernik lainnya seperti Tas . Tas yang melambangkan SEA Games diatas juga merupakan souvenir unik yang bisa anda dapatkan selama SEA Games.
Gelas SEA Games-26
gelas-sea-games
Dari tahun ke tahun gelas merupakan salah satu merchandise yang cukup menarik dan menjual. Buktinya saja banyak gelas bertemakan SEA Games ini menjadi para incaran berbagai kalangan.
gelas-sea-games-1
Beberapa Pengrajinpun kerap kebanjiran orderan untuk membuat cendramata SEA Games . Contohnya saja rumah produksi Hessqiva Glass Decorative, Bandung yang menerima pesanan 1000 buah gelas  untuk SEA Games Jakarta dan Palembang.
Untuk Informasi lebih lanjut lagi anada juga bisa membeli merchandise SEA Games ini di Plaza Senayan Jakarta khususya di SEAGstore. Nah di toko ini akan mengajak anda untuk memilih merchandise SEA Games Apa yang akan jual disini. Berbagai Macam merchandise SEA Games Juga dijual disini seperti Sepatu, Pin, Tas, Kaos, Boneka dan banyak lainnya. Nah kebetulan saya menemukan beberapa gambar merchandise di SEAGstore.com ini selain salah satu situs penjualan merchandise secara online, di situs ini juga menyelenggarakan merchandise kompetisi SEA Games 2011.
Merchandise Sepatu SEA Games-26
merchandise-sepatu-sea-games-26
Sepatu yang ada sisini juga terlihat unik-unik , Dengan tampilan Maskot Modo dan Midi ini. Ternyata sematu ini juga sangat modis, cocok untuk wanita dan pria. Tampilannya yang tidak terlepas dari  SEA Games Menjadi nilai plus buat yang mau hunting-hunting merchandise SEA Games .
Merchandise Pin SEA Games-26
merchandise-pin-sea-games-26
Berbagai macam  design pin semua ada di sini, mulai dari maskot Modo dan Midi  sampai dnegan Atlet Indnesia. Kreasi-kreasi disini cukup di perhitungkan terlebih dari semuanya anda juga bisa mengunjungi www. seagstore.com untuk mencari mercendise  menarik lainnya.
Merchandise Tas Kecil SEA Games-26
merchandise-tas-kecil-sea1
Design tas cantik juga gak kalah membuat mata kita selaku kaum hawa ingin memilikinya. O..iya, jangan lupa juga beri dukungan untuk tim Indonesia supaya bisa jadi juara di ajang SEA Games XXVI ini. Buat yang aktif di facebook, bisa gabung dengan grup atau fan page pendukung Indonesia, ada banyak kok. Salah satunya fan page SEA Games XXVI, INDONESIA JUARA dan bisa diakses langsung di link ini : http://www.facebook.com/pages/SEA-Games-XXVI-INDONESIA-JUARA/289673517712479, cukup “like” untuk bergabung dengan grup ini. Berikan dukungan untuk Indonesia, “Ayo Indonesia Bisa”.
sumber sayhitohenny

Dukung Team Basket Putri !!!



Sudah lama timnas basket putri hanya menjadi penonton ketika negara lain melaju ke podium untuk pengalungan medali di SEA Games. Kali terakhir pada SEA Games 1997 ketika Indonesia mampu menyabet perunggu setelah mengalahkan Filipina. Kini, target tinggi diusung PB Perbasi. Mereka menargetkan timnas putri merebut perunggu di SEA Games 2011. Kebetulan, SEA Games 1997 dan 2011 memiliki kesamaan. Indonesia sama-sama menjadi tuan rumah. Pertanyaannya, mampukah srikandi-srikandi Indonesia mewujudkan target tersebut pada SEA Games 2011? ”Kami harus bekerja keras melebihi negara lainnya kalau ingin mendapatkan medali. 

Sejauh ini, para pemain sudah membuktikan bahwa keinginan mereka sejalan dengan usaha yang dilakukan. Mereka berlatih sangat keras,” jelas Bill McCammon, pelatih timnas basket putri. Sebelum paceklik medali itu, timnas putri Indonesia sebenarnya pernah mengalami masa yang cukup menyenangkan. Selain perunggu, timnas putri mendapatkan perak pada SEA Games 1991 di Filipina. Dahaga medali itulah yang akan dihilangkan pada SEA Games 2011. Meski bakal menghadapi lawan yang memiliki persiapan lebih baik, timnas tetap konfiden bisa memenuhi ekspektasi tersebut. Malaysia, Filipina, serta Thailand diprediksi tetap menjadi lawan yang sangat berat. 

Selama mengikuti SEA Games, Malaysia sudah mengoleksi sembilan emas. Sementara itu, Thailand membukukan sebiji emas dan dua perak. Filipina menorehkan lima perak serta delapan perunggu. ”Tak ada sesuatu yang tak mungkin. Selama kami semua kompak dan mau banting tulang untuk mewujudkan target itu, peluang tetap sama besar dengan negara lain,” jelas Hasan Gozali, manajer timnas basket putri. Ya, tak ada yang tak mungkin selama mau kerja keras. Sebenarnya, timnas bisa mengambil inspirasi dari torehan Yuni Anggraeni. Meski berstatus pemain termuda di pelatnas, prestasi Yuni paling mentereng di level internasional. Dia mampu menjadi most valuable player (MVP) di Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2010 di Seattle, AS, serta di Malaysia International Basketball Tournament di Port Dickson, Malaysia, pada 29–31 Desember 2010. 

Bill pun sepakat bahwa Yuni bisa menjadi contoh nyata untuk meraih kesuksesan. Semangat pantang menyerah selalu ditekankan pelatih asal Amerika Serikat (AS) itu ke pada anak asuhnya. ”Yuni memang menjadi sosok nyata di tengah tim. Ketika kerja keras dan disiplin selalu menjadi prinsip, prestasi bisa kami raih. Saya selalu percaya bahwa ketika kami kerja keras, hal-hal baik akan datang,” tegas Bill. Yuni mengharapkan prestasinya mampu menjadi pelita bagi timnas basket putri untuk memenuhi atau melebihi target tersebut. Padahal, dia juga belum tahu bakal menjadi skuad inti atau tidak di SEA Games nanti. ”Yang bisa saya lakukan adalah terus menjaga optimisme bahwa saya bisa menjadi pemain inti. Saya ingin melengkapi prestasi di DBL dengan di timnas,” terang Yuni. sumber (www.nblindonesia.com)

Wednesday, November 9, 2011

Hari Pahlawan Indonesia 10 November

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota SurabayaJawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia

Tanggal 1 Maret 1942tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) diHiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarnokemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kedatangan Tentara Inggris & Belanda

Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia BelandaNICA(Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato HoteruHotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.
Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.
Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak

Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio danJembatan Merah Surabaya
Tom Driberg, seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Pada 20 Februari 1946, dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. Berikut kutipan dari Tom Driberg:
"... Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris), di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun, telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata), berjalan lurus ke arah kerumunan, dengan keberanian besar, dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. Mereka patuh kepadanya. Mungkin setengah jam kemudian, massa di alun-alun menjadi bergolak lagi. Brigadir Mallaby, pada titik tertentu dalam diskusi, memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung; kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi, perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah, setidaknya secara lokal. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu, ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya; yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby).
Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik... karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata, yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu, yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan ... "


Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbangtank, dan kapal perang.
Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.
Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.[5]
Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.
Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ariKH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.
Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. [2]. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesiahingga sekarang.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November




Ayoo Mulai Detik Ini Stop Keluar Malam !!!!


Jam Malam Rawan Kanker Prostat dan Payudara
22 Mar 2010
Badan kesehatan dunia WHO baru saja mengeluarkan surat rekomendasi
kepada badan negara anggota PBB untuk menilik kembali peraturan shift malam
warganya.

Sebuah riset yang berlangsung dari 1987 oleh ahli kanker Steve Richards
menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita kanker,
terutama kanker prostat dan payudara.

Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari ternyata
memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mempengaruhi sistem
kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel rusak yang seharusnya
dihancurkan oleh sel-sel imun.

Pada tubuh normal, yakni waktu kerja pagi-sore, siklus metabolisme tubuh
akan meningkat di pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Saat
seseorang memaksakan untuk terjaga di malam hari, tubuh akan memompa
darah sebanyak mungkin dan mendorong sistem imun untuk meningkatkan sel-
sel kekebalan tubuh seperti sel T dan CD4.

Bila "pemaksaan" ini dilakukan satu-dua kali, tubuh masih dapat memberikan
toleransi tetapi saat menjadi kebiasaan, siklus tubuh yang diatur oleh jam
biologis otak (circadian time clock) akan berubah dari default (pagi-sore)
menjadi sore-pagi.

Ini membuat kekebalan tubuh menurun di pagi hari dimana bibit penyakit dan
bahan-bahan karsinogenik bertebaran di udara akibat perubahan suhu dan
angin. Hasil riset ini dipublikasikan dalam The Lancet Oncology. (prm/zet)

Sumber: detikhot.com